Jenis-Jenis Terapi Penyakit Stroke Ringan dan Berat

Terapi Penyakit Stroke diperlukan oleh para pasien untuk mengembalikan kondisinya agar bisa pulih seperti sedia kala. Mungkin Anda sudah tahu sebelumnya bahwa stroke adalah penyakit yang terkait dengan pembuluh darah. Bisa disebabkan oleh penyumbatan, penyempitan atau karena pecahnya pembuluh darah tertentu. Penderita stroke biasanya akan mengalami berbagai gangguan saraf, misalnya menjadi tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan, bahkan yang paling parah adalah bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dibutuhkan pengobatan khusus berupa terapi untuk bisa menormalkan saraf dan otot para penderita stroke. Pasalnya, meskipun stroke tidak disebabkan oleh masalah otot, namun otot digerakkan oleh sistem saraf yang terganggu saat seseorang mengalami serangan stroke.

Pada dasarnya, seorang penderita stroke jika dibiarkan akan mengalami atropi atau otot yang memendek. Oleh karena itu, diperlukan terapi untuk menormalkan kembali fungsi-fungsi otot dan saraf yang terganggu. Lalu cara atau alat terapi untuk penyakit stroke seperti apa yang dibutuhkan untuk perawatan para pasien? Jenis terapi yang pertama adalah terapi basic, yakni dilakukan dengan cara fisioterapi. Terapi ini dilakukan untuk melatih lagi motorik penderita yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Tujuannya adalah supaya otot tidak mengalami atropi dan untuk merangsang kembali perbaikan saraf. Bukan hanya terapi motorik, tapi penderita stroke juga perlu melakukan terapi verbal.

Jenis-Jenis Terapi Penyakit Stroke Ringan dan BeratSebagai informasi, tujuan terapi verbal adalah untuk melatih otot wajah bagi penderita stroke yang mengalami disfungsi otot wajah. Hal tersebut biasanya mengakibatkan penderita tidak bisa berbicara dengan benar. Oleh karena itu, diperlukan terapi penyakit stroke yang satu ini. Terapi lain yang juga wajib dilakukan oleh para pasien adalah ADL (Activities of Daily Living). Alat terapi untuk penyakit stroke yang satu ini adalah benda sehari-hari, seperti sisir, kemeja, celana, gunting kebun, dan sebagainya. Aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas sehari-hari, mulai dari yang sederhana seperti mengancing baju, menyisir rambut, hingga berkebun. Cara-cara tersebut dipercaya akan membuat seorang penderita stroke bisa kembali lagi seperti semula.

Apakah hanya itu? Tidak, ada juga hidroterapi atau terapi air. Tapi untuk terapi yang satu ini perlu diawasi dengan orang lain atau dokter terkait. Pasalnya, terapi air ini dilakukan di kolam renang untuk melatih daya motorik dengan bergerak di dalam air. Penderita stroke bukan hanya dilatih otot dan sarafnya saja, tapi juga dilatih untuk melakukan terapi sosial. Tidak ada alat terapi untuk penyakit stroke, tapi yang dibutuhkan adalah waktu luang dan kesediaan pasien. Pasien stroke dilatih untuk melakukan interaksi dengan orang lain. Bisa dimulai dari orang-orang terdekat, terutama orang yang merawat selama penderita stroke, orang di sekitar rumah, hingga mungkin dengan tetangga-tetangga.

Selain dengan minum obat, proses terapi stroke memang sangat penting, baik menggunakan atau tanpa alat terapi untuk penyakit stroke, sebab terkadang ada beberapa alat yang harus digunakan untuk membantu kelancaran proses terapi. Kerusakan saraf pada penderita stroke memang tidak mudah untuk dipulihkan. Akan tetapi, dengan melakukan tahapan-tahapan terapi secara rutin, dipercaya saraf-saraf yang rusak bisa kembali berfungsi normal. Caranya adalah dengan melakukan terapi penyakit stroke seperti yang tadi sudah dijelaskan. Tapi agar lebih aman, tentunya penderita ataupun keluarga sebaiknya didampingi pihak yang sudah ahli, seperti terapis atau dokter misalnya. Tujuannya tentu supaya mereka bisa memantau perkembangan si pasien.

<============================================>
No Response

Leave a reply "Jenis-Jenis Terapi Penyakit Stroke Ringan dan Berat"