Perbedaan Gigi susu dan Permanen yang Perlu Anda Pahami

Banyak hal yang masih perlu diketahui tentang gigi yang sangat berperan penting dalam hidup manusia. Misalnya saja informasi terkait gigi susu dan permanen. Mengenai perbedaan keduanya tentu masih sedikit orang yang mengetahuinya secara detail dan benar. Oleh sebab itu, sebaiknya ketahui gigi susu dan permanen anda agar anda dapat merawatnya dengan cara yang tepat dan benar. Kedua jenis gigi tersebut memang sama-sama berfungsi untuk mengunyah atau melumat makanan agar dapat dilanjutkan untuk menuju proses pencernaan. Kehadiran kedua gigi tersebut juga sama-sama berfungsi untuk berbicara dan bermanfaat untuk nilai estetis pada penampilan manusia. Selain itu, keduanya juga merupakan jenis jaringan tulang yang terdiri dari email, dentin dan pulpa atau rongga berisi pembuluh darah dan syaraf.

Perbedaan Gigi susu dan Permanen yang Perlu Anda PahamiGigi susu memiliki lapisan email dan dentin yang lebih tipis jika dibandingkan dengan gigi permanen. Kemudian, pulpa yang terdapat pada gigi susu juga lebih besar dibandingkan dengan gigi permanen sehingga gigi susu cenderung lebih rapuh. Hal ini yang mempengaruhi lubang pada gigi susu akan lebih cepat membesar. Pada gigi susu, infeksi bakterinya akan lebih mudah mencapai pulpa atau syaraf. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi anak yang berusia 1 hingga 2 tahun yang umumnya masih memiliki gigi susu agar melakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara teratur. Ketahui gigi susu dan permanen anda agar dapat melakukan perawatan gigi yang baik sejak usia dini. Gigi susu yang terawat dengan baik tentunya juga akan bertahan lebih lama sampai ia bisa digantikan dengan gigi permanen.

Perbedaan gigi susu dan permanen juga terletak pada akarnya. Gigi susu memiliki akar yang lebih pendek jika dibandingkan dengan akar gigi permanen. Karena itu, sering dijumpai keadaan di mana gigi susu lebih mudah dan lebih cepat tanggal dibandingkan gigi permanen. Keadaan akar gigi susu yang pendek merupakan hal yang wajar karena peran dari gigi susu sendiri hanya sebagai gigi sementara. Dengan pendeknya akar gigi susu, maka hal ini menyebabkan adanya ruang yang dapat digunakan bagi gigi permanen untuk tumbuh. Pembentukan gigi permanen juga dapat menyebabkan akar gigi susu lebih mudah terkikis sehingga membuatnya lebih cepat tanggal.

Ketahui gigi susu dan permanen anda dengan baik agar dapat membedakannya dengan mudah. Misalnya, dari bentuk kedua gigi tersebut saja sudah jelas berbeda. Mamelon adalah sebutan untuk gigi seri permanen. Memelon sendiri memiliki ciri yang khas yaitu pada bagian mahkota gigi seri terdapat bagian bergerigi yang mana bagian gerigi tersebut tidak dapat dijumpai pada gigi susu. Kemudian, warna pada gigi susu juga cenderung putih dan keruh. Sedangkan warna gigi permanen cenderung putih jernih kekuningan. Selain itu, jumlah kedua jenis gigi tersebut juga berbeda. Normalnya, gigi susu berjumlah 20, sedangkan gigi permanen jumlah normalnya adalah 32.

Gigi susu dan permanen juga memiliki perbedaan pada dentinnya. Dapat dilihat bahwa pada gigi susu tidak terdapat dentin sekunder. Dentin sekunder hanya terdapat pada gigi permanen atau gigi tetap. Kemudian, pada gigi susu permukaan facialnya lebih licin. Cukup banyak perbedaan yang terdapat pada kedua jenis gigi tersebut. Oleh sebab itu, ketahui gigi susu dan permanen anda lebih dini agar dapat membedakannya dengan mudah, terutama bagi anda yang sudah memiliki anak. Walaupun gigi susu hanya bersifat sementara, namun perawatan terhadapnya juga penting agar kebersihan dan kesehatannya dapat terjaga sejak dini.

Related Post

<============================================>
No Response

Leave a reply "Perbedaan Gigi susu dan Permanen yang Perlu Anda Pahami"